Hubungan Matematika dan Berkhayal

March 29, 2009 · Posted in Cerita 
Buku Matematika Gratis
Dapatkan Segera Buku Matematika Gratis

Soal Olimpiade Matematika
Kumpulan Soal-soal Olimpiade Matematika SD

Soal Matematika SD
Kumpulan Soal Matematika SD

Soal Matematika SD SMP SMA
Kumpulan Soal Matematika SD SMP dan SMA

File Matematika SD Gratis
Download Doc File Matematika Gratis

Pembahasan Soal Matematika SD
Pembahasan Soal Matematika

Bank Soal SD, SMP dan SMA
Download Soal-soal SD SMP dan SMA

Kumpulan Soal Matematika Khusus SMP
Download Soal Matematika SMP

Kumpulan Soal Matematika Khusus SMA
Download Soal Matematika SMA

Kumpulan Soal Matematika Khusus SMK
Download Soal Matematika SMK

Info Menarik Seputar Kesehatan
Informasi menarik seputar hidup sehat

Jika Anda termasuk orang yang suka berkhayal/melamun, berhati-hatilah. Berkhayal merupakan aktifitas yang menyenangkan, karena kegiatan ini mudah dilakukan dan gratis, karena Anda tidak perlu mengeluarkan uang sedikitpun. Namun, sering berkhayal bisa membawa dampak yang membahayakan. Jika Anda berkhayal sambil mengendarai motor/mobil, maka kecelakaan menanti Anda. Jika Anda mendengarkan ceramah guru/dosen sambil berkhayal, maka penghapus siap melayang dimuka Anda. Dan masih banyak lagi akibat-akibat lainnya. Jika Anda ingin melamun, saya sarankan agar Anda duduk di rumah saja dan jangan melakukan aktifitas apapun.

Seorang ahli matematika yang mendapatkan nobel, John Nash (lihat film A Beautiful of Mind) adalah seorang penderita skizofrenia. Lihat resensinya. Gejala yang bisa dilihat secara langsung penderita ini adalah adanya halusinasi dan membayangkan segala sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Bagi orang biasa, tindakan-tindakan John Nash adalah tidak wajar, misalnya: mencari persamaan gerak burung merpati di dekat kampusnya, mencari persamaan matematika orang yang mencuri tas dll. Bisa saja penyakit itu timbul karena dia mempelajari matematika terlalu berlebihan.

Dalam dunia matematika banyak hal-hal abstrak yang perlu dipelajari dan hal ini menuntut imajinasi yang tinggi. Misalnya, pembuktian suatu teorema dan mencari penyelesaian-penyelesaian matematika. Untuk menyelesaikan suatu persamaan atau membuktikan suatu teorema membutuhkan waktu yang tidak singkat. Kondisi pikiran yang lelah, sering berimajinasi bisa saja menyebabkan skizofrenia. Jadi mulai sekarang Anda juga harus berhati-hati. Jangan terlalu banyak berimajinasi.

Berkhayal dan Matematika ?

Teori berikut mungkin saja bisa salah, karena ini merupakan teori yang saya buat. Saya belum pernah membaca teori tentang apa yang akan saya sampaikan berikut. Jika Anda pernah menjumpai teori tentang berikut, mohon saya juga diberitahu sumber atau linknya. Atau, jika menurut Anda teori ini masih kurang Anda bisa menambahkan supaya menjadi lebih sempurna.

Seperti halnya dalam matematika, hidup manusia saya bagi menjadi 4 (empat) kuadran.
1. Kuadran I, hidup manusia di dunia nyata, tidak ada khayalan dan benar-benar kita sadari.
2. Kuadaran II, hidup manusia di dunia nyata, tetapi ada khayalan-khayalan. Dalam kondisi ini, manusia sebenarnya sadar dan manusia bisa kembali ke kehidupan nyata atau kembali di Kuadran I.
3. Kuadran III, pada kondisi ini manusia dalam keadaan tidak sadar dan masih hidup. Ini kita alami saat kita dalam posisi tidur dan kita bisa kembali ke dunia nyata (Kuadran I).
4. Kuadran IV, pada kondisi ini manusia dalam keadaan sadar dan manusia tidak bisa kembali ke Kudaran I. Kondisi ini kita alami saat kita sudah mati.

Kita bisa membuat bidang-XY dan kemudian mengandaikan bahwa umur manusia adalah bilangan-bilangan pada ruas-ruas garis tersebut. Pada saat kita lahir, posisi kita ada di titik O(0,0) dan jika kita berumur 20 tahun maka posisi kita ada di titik (20,0). Dan kita bisa menghubungkan titik-titik menjadi sebuah lingkaran/spiral yang menandai hidup kita.

Misalnya umur kita sampai dengan 60 tahun, maka kita bisa menentukan sebuah lingkaran dengan jari-jari 60. Dan diluar 60 itu adalah suatu misteri dan kita tidak tahu apa artinya. Pengandaian ini sebenarnya hampir sama dengan pengandaian dalam teori bilangan. Himpunan bilangan asli (N) merupakan himpunan bilangan terkecil. Setelah itu ada himpunan bilangan bulat (Z), himpunan bilangan rasional (Q), himpunan bilangan real, dan himpunan bilangan yang paling luas adalah himpunan bilangan kompleks (C), dengan ciri memiliki akar negatif. Bilangan kompleks disebut juga dengan bilangan imajiner karena memang tidak nyata. Sampai saat ini belum ada himpunan bilangan yang lebih luas dari himpunan bilangan kompleks. Masih menjadi misteri ? Maklum skripsiku dulu tentang teori bilangan, jadi masih inget banyak.

Itulah kirannya yang dapat saya cerna dari hidup manusia dengan sudut pandang khayalan. Anda setuju ? Atau tidak setuju ? Boleh-boleh saja, tidak ada yang melarang.

Related Posts via Categories

Comments

2 Responses to “Hubungan Matematika dan Berkhayal”

  1. ZelmaLAWRENCE on March 9th, 2010 11:00 pm

    I would like to propose not to hold back until you get big sum of money to buy goods! You can just get the loan or small business loan and feel yourself fine

  2. andi on December 12th, 2010 11:22 am

    wah kalo kayak John Nash itu kayaknya kelewatan.kalo gitu caranya bisa gila,tapi aku sendiri sering berkhayal,tapi setelah berkhayal aku langsung berfikir (apakah mungkin hal itu bisa terjadi).dan intinya buat aku orang berkhayal itu harus memandang apa yang akan di khayalkan dan menurut aku ni yang paling penting,cobalah berfikir apakah mungkin kita bisa mewujudkan khayalan itu hanya dengan bermodal harta tampa kecerdasan dan keberanian,atau sebaliknya bermodal kecerdasan tanpa memandang dari segi ekonomi kita sendiri.entah kalo berkhayalnya mau jadi naruto atau avatar.jawabannya cuman satu,yaitu gila

Leave a Reply




*


seven − 7 =

Spam Protection by WP-SpamFree