<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SoalMatematika.Com &#187; Cerita</title>
	<atom:link href="http://soalmatematika.com/category/cerita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://soalmatematika.com</link>
	<description>Kumpulan Soal Matematika SD SMP dan SMA</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 May 2010 11:21:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pak Guru Si Kutu Buku</title>
		<link>http://soalmatematika.com/pak-guru-si-kutu-buku/</link>
		<comments>http://soalmatematika.com/pak-guru-si-kutu-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 12:48:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>istiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[buku gratis]]></category>
		<category><![CDATA[buku inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[buku matematika]]></category>
		<category><![CDATA[simple amazing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soalmatematika.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[
Berikut ini merupakan resensi buku dari teman saya, J. Sumardianta, dengan judul: &#8220;Simply Amazing: Inspirasi Menyentuh Bergelimang Makna&#8221;. Jika ingin membeli buku ini silahkan dicari di toko-toko buku terdekat di kota Anda. Buku ini sangat inspiratif dan cocok bagi siapa saja yang ingin mendapat sentuhan-sentuhan rohani. Resensi ini juga dibuat oleh rekan kerja saya, C. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://istiyanto.com/wp-content/uploads/2009/08/Cover-Simply-Amazing.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-961" title="Cover Simply Amazing" src="http://istiyanto.com/wp-content/uploads/2009/08/Cover-Simply-Amazing.jpg" alt="Cover Simply Amazing" width="75" height="112" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Berikut ini merupakan resensi buku dari teman saya, J. Sumardianta, dengan judul: &#8220;Simply Amazing: Inspirasi Menyentuh Bergelimang Makna&#8221;. Jika ingin membeli buku ini silahkan dicari di toko-toko buku terdekat di kota Anda. Buku ini sangat inspiratif dan cocok bagi siapa saja yang ingin mendapat sentuhan-sentuhan rohani. Resensi ini juga dibuat oleh rekan kerja saya, C. Yan Priyanto SJ. Semoga buku ini bermanfaat bagi Anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-181"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Resensi buku JAWA POS<br />
Pak Guru Si Kutu Buku<br />
Judul buku: Simply Amazing: Inspirasi Menyentuh Bergelimang Makna<br />
Penulis: J. Sumardianta<br />
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, April 2009<br />
Tebal: xv + 188 hlm</p>
<p style="text-align: justify;">“When you walk with sight you see what is. When you walk with faith you see what can be. (Jika Anda berjalan dengan mata kasat Anda hanya akan melihat yang tampak. Jika Anda berjalan dengan iman Anda akan melihat segala yang mungkin)”. Kuotasi ini terdapat di beranda face book J. Sumardianta. Kuotasi ini ternyata merupakan inti pesan buku Simply Amazing karya. J. Sumardianta.</p>
<p style="text-align: justify;">Gagasan J. Sumardianta tak lain bagaimana manusia yang dikisahkannya bisa menerima keterbatasan dan melampaui keterbatasan itu. Keterbatasan itu bisa akibat penyakit kronis, bencana alam, dan kemiskinan. J. Sumardianta guru SMA “kandang manuk” Kolese De Britto Yogyakarta. Dijuluki kandang manuk karena sekolah yang berdiri sejak 1948 ini seluruh muridnya lelaki semua. Lebih dari sekedar guru biasa, pak guru, demikian ia biasa dipanggil, adalah seorang penulis. Kepiawaiannya dalam hal tulis-menulis terbukti dari banyaknya tulisan yang bergentayangan di berbagai media cetak baik lokal maupun nasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah keunggulan tulisan Pak Guru. Refleksi menukik tajam. Bahasanya indah, kadang lucu, menggelitik, dan diksinya akurat. Sebagai contoh, “Masyarakat modern terjangkit epidemi “SMS” kuadrat: Senang melihat orang susah, Susah melihat orang lain sukses.” Demi akurasi makna  itupula, penulis kadang menggunakan istilah Latin, Inggris, dan Jawa. Agar dirasa lebih nges, meski bagi generasi muda terasa aneh. Misalnya, “sujana sarjana kelu kalulun dening kala tida” untuk menggambarkan kaum cerdik pandai yang terhanyut dalam arus serba bebas dan serba boleh. (hal 50).<br />
Kemahirannya dalam menulis bukanlah sesuatu yang jatuh dari langit. Tulisan-tulisan pak guru, ekspresi kekayaan batin buah pengolahan begitu banyak buku yang telah dilahapnya. Ia memang seorang kutu buku yang rela dan suka memboroskan waktu dalam diam, berjam-jam per hari bersamadi dan nggayemi (mengunyah) buku di kamar. Baginya huruf-huruf itu bukanlah benda mati, melainkan energi hidup yang bisa memberi daya dan menyalakan semangat.  Kegemarannya membaca telah menjadikannya seorang guru yang tidak karatan dimakan jaman. Ilmunya bertumbuh dan bertambah dan tiada pernah habis meski terus menerus dialirkan pada para muridnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Buku Simply Amazing, sari-sari kekayaan yang ia cecap dari pengembaraannya mengarungi samudera literasi. Tidaklah heran, ketika kita membaca buku ini kita serasa diajak berkelana menjelajahi sudut-sudut dunia, dan menyingkap banyak perkara yang menakjubkan dan mungkin juga mengejutkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai seorang yang bekerja dalam lingkungan sekolah Jesuit yang kuat dalam tradisi refleksi, keunggulan buku ini, di setiap akhir kisah yang dituturkan selalu ditutup dengan permenungan yang membawa pembaca menerkam inti pesan dari setiap kisah. Point inilah sesungguhnya yang menjadikan buku ini punya factor pembeda. Bukan sekedar cerita biasa, tetapi cerita sarat makna.</p>
<p style="text-align: justify;">Muchtar Abbas, seorang praktisi Grameen Bank di Indonesia dan Konsultan Transparency Internasional, berkomentar: “Buku ini berhasil menyingkap tabir rahasia berbagai paradoks. Pelbagai realitas bertolak belakang justru menyimpan cahaya kebenaran, kebahagiaan, dan keindahan abadi. Keterbatasan manusia diterima, dinikmati, disyukuri, dan dirayakan sebagai anugerah.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ibarat pertunjukan, penonton tidak dibiarkan bubar hanya dengan membawa perasaan senang tetapi mereka pulang dengan langkah kaki yang tegap dan lebih siap menerima kenyataan hidup yang tidak pasti. Membaca buku ini kita akan terhibur dan mendapat pencerahan untuk menembus gelapnya kehidupan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan yang lebih menarik bahwa pemaknaan hidup itu tidak harus ditarik dari dinamika kehidupan yang luar biasa menghebohkan, tidak harus dipetik dari peristiwa istimewa tetapi dari hal-hal lumrah dan dari rutinitas hidup keseharian. Penulis menyebut buku ini takubahnya reroncening puspita karohanen (setangkai buket rohani) yang menyentuh, menggugah, dan memiliki daya ubah.<br />
Daya ubah itu terjadi melalui hati pembaca yang terhibur dan cakrawala pikiran yang dibuka lewat inspirasi dan corak hidup atau pola pikir alternatif yang ditawarkan oleh tokoh-tokoh yang dikisahkan. Sembari membaca kita diundang untuk membangun optimisme hidup seperti dihidupi oleh Karen Amstrong yang meskipun seolah hidupnya tak putus dirundung malang tetap bisa merasakan kebahagiaan. Ia “bahagia berada dalam keseharian yang bergelimang kesulitan” kata penulis dalam refleksinya. Dan karena itu penulis mengajak pembaca untuk “senantiasa memiliki semangat tahan banting, tegar dalam kesulitan, tabah dalam mengelola tantangan, dan berani memeluk resiko.” (hal 175).</p>
<p style="text-align: justify;">Pak guru meyakinkan pembaca akan unggulnya sebuah harapan di tengah zaman bergelimang berbagai penderaan yang menggilas. “Malapetaka rupanya gagal membikin manusia bertekuk lutut menyerah pada nasib” (hal 45). Buku ini sungguh bisa mengobarkan api spirit buat menaklukkan segala kelesuan lemah kehendak. Sampul buku yang bergambar tanaman padi segar menghijau kendati diterpa angin dan terinjak sepeda tua, melambangkan pengharapan yang tetap tumbuh di medan  pertarungan  dan sekaligus pertanda bahwa hidup harus tetap bersemi apapun yang terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">C. Yan Priyanto SJ, Rohaniwan, berdomisili di Jogjakarta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soalmatematika.com/pak-guru-si-kutu-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hubungan Matematika dan Berkhayal</title>
		<link>http://soalmatematika.com/hubungan-matematika-dan-berkhayal/</link>
		<comments>http://soalmatematika.com/hubungan-matematika-dan-berkhayal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 05:17:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>istiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Berimajinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Matematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soalmatematika.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda termasuk orang yang suka berkhayal/melamun, berhati-hatilah. Berkhayal merupakan aktifitas yang menyenangkan, karena kegiatan ini mudah dilakukan dan gratis, karena Anda tidak perlu mengeluarkan uang sedikitpun. Namun, sering berkhayal bisa membawa dampak yang membahayakan. Jika Anda berkhayal sambil mengendarai motor/mobil, maka kecelakaan menanti Anda. Jika Anda mendengarkan ceramah guru/dosen sambil berkhayal, maka penghapus siap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jika Anda termasuk orang yang suka berkhayal/melamun, berhati-hatilah. Berkhayal merupakan aktifitas yang menyenangkan, karena kegiatan ini mudah dilakukan dan gratis, karena Anda tidak perlu mengeluarkan uang sedikitpun. Namun, sering berkhayal bisa membawa dampak yang membahayakan. Jika Anda berkhayal sambil mengendarai motor/mobil, maka kecelakaan menanti Anda. Jika Anda mendengarkan ceramah guru/dosen sambil berkhayal, maka penghapus siap melayang dimuka Anda. Dan masih banyak lagi akibat-akibat lainnya. Jika Anda ingin melamun, saya sarankan agar Anda duduk di rumah saja dan jangan melakukan aktifitas apapun.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-55"></span>Seorang ahli matematika yang mendapatkan nobel, John Nash (lihat film A Beautiful of Mind) adalah seorang penderita skizofrenia. Lihat <a href="http://blog.kenz.or.id/2005/04/25/analisis-film-a-beautiful-mind.html" target="_blank">resensinya</a>. Gejala yang bisa dilihat secara langsung penderita ini adalah adanya halusinasi dan membayangkan segala sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Bagi orang biasa, tindakan-tindakan John Nash adalah tidak wajar, misalnya: mencari persamaan gerak burung merpati di dekat kampusnya, mencari persamaan matematika orang yang mencuri tas dll. Bisa saja penyakit itu timbul karena dia mempelajari matematika terlalu berlebihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam dunia matematika banyak hal-hal abstrak yang perlu dipelajari dan hal ini menuntut imajinasi yang tinggi. Misalnya, pembuktian suatu teorema dan mencari penyelesaian-penyelesaian matematika. Untuk menyelesaikan suatu persamaan atau membuktikan suatu teorema membutuhkan waktu yang tidak singkat. Kondisi pikiran yang lelah, sering berimajinasi bisa saja menyebabkan skizofrenia. Jadi mulai sekarang Anda juga harus berhati-hati. Jangan terlalu banyak berimajinasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berkhayal dan Matematika ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Teori berikut mungkin saja bisa salah, karena ini merupakan teori yang saya buat. Saya belum pernah membaca teori tentang apa yang akan saya sampaikan berikut. Jika Anda pernah menjumpai teori tentang berikut, mohon saya juga diberitahu sumber atau linknya. Atau, jika menurut Anda teori ini masih kurang Anda bisa menambahkan supaya menjadi lebih sempurna.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti halnya dalam matematika, hidup manusia saya bagi menjadi 4 (empat) kuadran.<br />
1. <strong>Kuadran I</strong>, hidup manusia di dunia nyata, tidak ada khayalan dan benar-benar kita sadari.<br />
2. <strong>Kuadaran II</strong>, hidup manusia di dunia nyata, tetapi ada khayalan-khayalan. Dalam kondisi ini, manusia sebenarnya sadar dan manusia bisa kembali ke kehidupan nyata atau kembali di Kuadran I.<br />
3. <strong>Kuadran III</strong>, pada kondisi ini manusia dalam keadaan tidak sadar dan masih hidup. Ini kita alami saat kita dalam posisi tidur dan kita bisa kembali ke dunia nyata (Kuadran I).<br />
4. <strong>Kuadran IV</strong>, pada kondisi ini manusia dalam keadaan sadar dan manusia tidak bisa kembali ke Kudaran I. Kondisi ini kita alami saat kita sudah mati.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://istiyanto.com/wp-content/uploads/2009/01/kuadran-hidup-manusia.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kita bisa membuat bidang-XY dan kemudian mengandaikan bahwa umur manusia adalah bilangan-bilangan pada ruas-ruas garis tersebut. Pada saat kita lahir, posisi kita ada di titik O(0,0) dan jika kita berumur 20 tahun maka posisi kita ada di titik (20,0). Dan kita bisa menghubungkan titik-titik menjadi sebuah lingkaran/spiral yang menandai hidup kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya umur kita sampai dengan 60 tahun, maka kita bisa menentukan sebuah lingkaran dengan jari-jari 60. Dan diluar 60 itu adalah suatu misteri dan kita tidak tahu apa artinya. Pengandaian ini sebenarnya hampir sama dengan pengandaian dalam teori bilangan. Himpunan bilangan asli (N) merupakan himpunan bilangan terkecil. Setelah itu ada himpunan bilangan bulat (Z), himpunan bilangan rasional (Q), himpunan bilangan real, dan himpunan bilangan yang paling luas adalah himpunan bilangan kompleks (C), dengan ciri memiliki akar negatif. Bilangan kompleks disebut juga dengan bilangan imajiner karena memang tidak nyata. Sampai saat ini belum ada himpunan bilangan yang lebih luas dari himpunan bilangan kompleks. Masih menjadi misteri ? Maklum skripsiku dulu tentang teori bilangan, jadi masih inget banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah kirannya yang dapat saya cerna dari hidup manusia dengan sudut pandang khayalan. Anda setuju ? Atau tidak setuju ? Boleh-boleh saja, tidak ada yang melarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soalmatematika.com/hubungan-matematika-dan-berkhayal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
